Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Editorial

Memerangi Sampah Plastik Tahun 2025 Indonesia menargetkan dapat mengurangi sampah sekitar 70 persen dari 65 juta ton sampah setiap tahun, sekitar 14 persen dari target tersebut adalah sampah plastik. Data United Nations for Environtment Program menyebutkan setiap tahunnya sebanyak 0,5 hingga 1,3 juta ton sampah plastik masuk ke perairan Indonesia, belum lagi sampah plastik yang menyebar dan tertanam di bumi. Salah satu contohnya,Indonesia pernah digegerkan oleh kasus kematian seekor paus di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Bukan hanya karena matinya salah satu fauna laut terbesar di dunia tesebut, namun juga penyebab kematiannya adalah karena ditemukannya sampah plastik di dalam perut paus malang tersebut. Yang artinya sampah sudah mencemari perairan. Jika tidak ada aksi nyata dalam menyelamatkan lingkungan, World Bank memproyeksi pencemaran lingkungan akan meningkat hingga 70 persen pada tahun 2050. Kondisi tersebut tentu mengkhawatirkan semua pihak. Berkaitan dengan ma...

Essay

ANAK ZAMAN SEKARANG OGAH MELIRIK BUDAYA SENDIRI Rasa bangga dan kepedulian melestarikan budaya kurang tertanam pada generasi muda Indonesia saat ini. Untuk mempelajarinya saja mereka kurang minat. Mereka lebih minat mempelajari kebudayaan asing ditambah sudah banyaknya kebudayaan luar yang masuk melalui berbagai media,terutama televisi dan internet. Tidak banyak anak muda yang mengenal kesenian tradisional seperti gamelan, wayang kulit, maupun tarian tradisional. Selalu ada alasan mengapa mereka tak mau melirik budaya sendiri yaitu kesenian tradisional karena mereka menganggap itu terkesan kolot dan juga kuno. Sedangkan kebudayaan asing lebih terkesan keren dan tidak kuno. Jika ada dua pilihan untuk anak zaman sekarang , pilih menonton konser yang dibintangi artis luar negeri atau pilih pagelaran wayang kulit, pasti mereka akan memilih untuk menonton konser meskipun mereka harus merogoh kocek uang konser mencapai jutaan. Budaya yang dimiliki bangsa ini adalah warisan nenek ...